Dalam waktu seminggu dua sejarah baru hampir terjadi secara bersamaan.
Minggu tanggal 2 November 2008 Lewis Hamilton seorang keturunan kulit berwarna membuat sejarah sebagai keturunan kulit hitam pertama yang menjuarai balap mobil elit Formula 1.
Selasa tanggal 4 November 2008 lebih fenomenal lagi. Seorang keturunan Afrika yang bernama Barack Obama berhasil menjadi presiden kulit hitam pertama untuk negara super power Amerika Serikat. Dan yang membuat lebih bangga lagi Barack Obama juga seorang “warga negara Indonesia” meskipun hanya 4 tahun dalam rentang tahun 1967-1971.
Fakta membuktikan bahwa warna kulit, wajah dan fisik bukan jaminan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan jaminan untuk sukses. Setidaknya ada tiga contoh. Dari warna kulit jelas Barack Obama sebagai presiden, Lewis Hamilton sebagai juara F1, Michael Jordan di bidang olahraga basket, Tiger Woods di bidang olahraga golf, William bersaudara di bidang tennis dan masih banyak lagi yang mungkin belum ketahui.
Kalau dari wajah banyak sekali orang dengan tampang pas-pasan bisa sukses dan bahkan menjadi miliarder. Lihat saja Tukul Arwana, Narji, Tessy atau yang lain.
Seorang Hirotada Ototake adalah contoh manusia yang cacat fisik namun bisa menjadi presenter jurnalis nomor wahid di Jepang sana.
Yang menjadi pertanyan sekarang adalah warna kulit orang Indonesia asli termasuk yang mana?
Sebenarnnya aneh juga jika orang bule dianggap orang kulit putih dan orang negro termasuk orang kulit hitam. Lalu disebut apakah orang berkulit sawo matang??? Abu-abu.. (ya jelas bukan donk…). Karena seolah-olah pertentangan ras hanya terjadi antara bule dan negro.
Sekarang sudah terbukti bukan saatnya lagi melihat dari sisi yang tampak, namun dari sisi apa yang bisa diperbuat dan dihasilkan.
Setiap dari kita terbiasa merasa memiliki kelebihan, sedangkan dengan merasa lebih itu sendiri menunjukkan bahwa itu sebagian kekurangan dari kita.
Marilah kawan..
Apapun kelebihan dan kekurangan kita, mari kita saling belajar untuk saling melengkapi dengan kelebihan yang kita miliki.
Tuhan pasti memberikan potensi untuk masing-masing pribadi dan kita tinggal memaksimalkanya.
Selamat menolong dan berbuat baik kepada orang lain tanpa melihat warna kulit, wajah ataupun fisik..
DIarsipkan di bawah: catatan kecil












