brave heart

Malam minggu tanggal 2 Agustus 2008 mungkin malam terbesar bagi seorang Januarisman sepanjang hidupnya.

Aris, begitulah nama panggilannya, seorang juara baru Indonesian Idol yang merupakan sebuah ajang adu bakat menyanyi paling berkualitas di Indonesia, setidaknya begitulah menurutku. Aris sang juara merupakan seorang yang berani bermimpi, berani memulai, berani mencoba dan berani melakukan. Empat aspek yang harus di-BERANI-kan bagi seorang yang mempunyai cita-cita pada saat orang lain mengatakan hal tersebut mustahil.

Aris berawal dari seorang pengamen di kereta rel listrik (KRL) rute Bekasi – Jakarta Kota. Bermodal berani bermimpi dan keinginan yang kuat, Aris mulai berani memulai untuk berani mencoba ikut audisi Indonesian Idol tahun 2008. Aris berani mulai melakukan audisi di depan musisi sekaliber Indra Lesmana, Anang Hermansyah dan Titi DJ.

Proses belajar sambil melakukan (learning by doing) dilakukan Aris dengan sabar tanpa merasa kecil hati terhadap saingannya yang bisa dikatakan levelnya semua berada di atas Aris, baik dari segi ekonomi, wawasan, pergaulan maupun intelektualitas. Tekad Aris untuk menggapai mimpinya menjadi seorang musisi hebat mengalahkan rasa takut dan mindernya. Dan akhirnya membuat dia menjadi juara.

Sebuah perjuangan yang BERANI dari seorang Aris…

Aku pernah punya pengalaman berani bermimpi, berani memulai, berani mencoba dan berani melakukan. Bahkan bisa kukatakan NEKAD BANGEETTSSS, Tapi tentunya bukan ikut audisi Indonesian Idol hehehe..:D

Cita-citaku semenjak kecil adalah menjadi seorang pengusaha. Mimpiku dari kecil adalah menjadi pengusaha sejati. Pengalaman pernah menjadi seorang karyawan beberapa saat setelah lulus sekolah dan menjadi PNS seperti saat ini tidak menyurutkan mimpiku tersebut. Adalah lebih dipengaruhi oleh faktor orang tua aku berada dalam posisi sebagai PNS. Toh mengikuti keinginan dan membahagiakan orang tua mungkin tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan mereka mendidik, mengasuh sejak kita lahir, belajar merangkah hingga sekarang yang TANPA PAMRIH. Membuat mereka merasa nyaman dan bahagia dengan keadaanku sekarang ini adalah salah satu hal terbaik yang pernah kulakukan. Alasan tersebut mungkin hanya menurut subyektif-ku saja hehehe…. karena semuanya serba relatif di dunia ini.

Ternyata aku salah jika selama ini menjadi karyawan tidak bisa berwirausaha. Hanya perlu KEBERANIAN untuk bermimpi, memulai, mencoba dan melakukan. Akkhirnya aku nekad, nekad dan nekad, tapi masih tetap pakai perhitungan. Tidak seperti teman-temanku yang katanya pingin usaha inilah, pingin usaha itulah, tapi tidak berani memulai dengan alasan tidak punya modal, takut gagal and so on dan sebagainya alasan lainnya. Mereka hanya berani bermimpi TANPA berani memulai.

Kenekatanku salah satunya adalah setahun setelah menjadi PNS, SK pengangkatan PNS-ku kumasukkan ke bank untuk mendapatkan pinjaman modal. Waktu itu aku pinjam kugunakan untuk membeli mobil yang intinya bisa menghasilkan. Tujuanku awalnya hanya untuk menabung dulu sambil merintis usaha. Alhamdulillah hasil yang didapat diluar dugaan, semua serba mengejutkan. Sebagai contoh hasil dari mobil itu bisa kugunakan untuk balik nama surat mobil, untuk biaya turun mesin, mengganti body mobil, biaya kuliah, bisa untuk uang muka beli rumah, bisa nyicil kredit bank, bisa ngutangin temen dengan bunga nol persen dan asyiknya lagi bisa sedikit buat foya-foya hehehehe… Maklumlah, masih anak muda. Tapi yang penting masih dalam koridor yang wajar. Semua karena BERANI itu tadi… ( NEKAD apa BERANI yah???)

Pernah juga punya pegalaman yang lebih GILA lagi, melebih-lebihi nekad , kata temenku “EDANN…”

Waktu itu seorang relasi menawari job dalam bidang Event Organizer dengan nominal sekitar 300 juta dan langsung kujawab BISA. Padahal pada saat ngomong bisa tersebut aku tidak punya uang sama sekali, paling tidak 2/3 dari jumlah tersebut untuk modal. Dan lebih gilanya lagi aku belum pernah punya pengalaman menangani event sebesar itu. Dulu pengalamaan hanya menangani event dibawah lima jutaan hanya sekelas acara di kampung.

Hingga beberapa hari setelah itu sang relasi tersebut masih bertanya, “Gimana Mas Didit bisa nggak untuk event tersebut?”.

Aku menjawab, “Kalau kami sudah berkomitmen bisa,maka saya tegaskan sekali lagi : BISA”.

Selepas dari situ temanku satunya langsung berujar, “Edan kamu mas, kamu benar-benar Edan, Mas.”

Dari keberanian itulah akhirnya aku mulai melakukan pencarian investor dari kenalan-kenalanku, kemudian lobi ke hotel dan juga koordinasi dengan pihak klien. Semua kulakukan mengalir seperti air. Aku belejar sambil melakukan, bertanya sana-sini, mencari referensi di internet dan lain-lain, selama kurang lebih satu bulan lamanya dan benar-benar menyita waktu. Namun, pengalaman yang kudapat lebih dari sekedar waktu yang kukorbankan. Dan asyiknya lagi, pihak klien merasa puas dengan kinerja team kami dan kami sudah ditawari lagi untuk event selanjutnya.. Alhamdulillah Ya Allah…

Buat teman-temanku : semua ini kujabarkan BUKAN bertujuan untuk sombong ataupun riya’ untuk mengharapkan pujian dari teman-teman sekalian tentang apa yang kulakukan dan apa yang kuperoleh.

Didit juga manusia… Yang tidak luput dari kekurangan dan kesalahan.

Aku hanya ingin berbagi pengalaman bahwa kita juga BISA menjadi seorang yang BERANI untuk berwirausaha.

Maka….

BERANI-lah untuk BERMIMPI

BERANI-lah untuk MEMULAI

BERANI-lah untuk MENCOBA

BERANI-lah untuk MELAKUKAN

3 Tanggapan

  1. hebat…
    salut………..

  2. Great..
    I’ve been thinking of ur little story about being “pns” and also enterpreneurship since our last klp class. To be honest, im interested of your dream since im also a “pns”.
    U must remember what Paulo Coulho ever said about “a will” in his the Alchemist.
    Conggratt’s
    U can inspire people from urs effort and life :)
    Keep movin on..
    Jadi, mungkin kau bisa berkembang di KLP juga tuch he he he

  3. sukses… moga gak ngelupain pns-nya yah…….

    btw, arif rahman hakim di dinas pendidikan aku kenal eh… ya tahu lah, kan saya yang mroses pns-nya :grin:

Tinggalkan Balasan