Dua minggu terakhir ramai sekali diberitakan tentang pembunuhan mutilasi dan berantai yang dilakukan oleh Ryan seorang lulusan pondok pesantren di daerah Jombang, sebuah kota yang terkenal dengan salah satu pondok pesantren terbesar di Indonesia yaitu Tebu Ireng.
Semua didasari perampokan dan cemburu antar pasangan sejenis.
Ya.. Pasangan sejenis memang masih hal yang tabu di Indonesia, tetapi untuk ukuran negara bebas seperti Amerika, Belanda dll adalah hal yang biasa.
Aku sendiri dua kali mempunyai pengalaman berinteraksi dengan orang yang mempunyai kelainan tersebut, meskipun tidak secara langsung.
Yang pertama bernama Fautta, seorang biseksual yang mengetahui nomor handphone-ku dari memory HP yang dibelinya. Katanya tertera Didit Klaten yang merupakan tempat asal daerahnya sehingga dia berani untuk curhat mengenai perilaku seksnya yang menyimpang. Awalnya aku mencoba untuk objektif dengan memberikan dia masukkan dan support. Hingga pada akhirnya privasi dan kenyamananku terganggu karena dia hampir setiap hari sms ke aku. Lalu aku mengirim sms kepadanya dan mohon dia untuk tidak menggangguku lagi. Akhirnya dia berhenti hingga sekarang. Beberapa saat kemudian aku jadi berpikir mungkin dia orang yang kenal dan dekat denganku sehingga ingin ‘memancing’-ku masuk ke dunianya. Tapi semoga semua itu salah…
Yang kedua bernama Tomi. Tomi kukenal via messenger. Dia berada di Belanda tapi asli Indonesia. Awalnya dia ngobrol asyik denganku dan tidak jarang bahkan dia kubuat tertawa terbahak-bahak meskipun hanya via messenger. Karena merasa sudah mengenal dekat, dia memberanikan diri untuk mengatakan kalau dia seorang biseksual. Spontan aku ingat pengalamanku dengan si Fautta. Tapi kali ini aku menanggapinya lebih santai. Dia sering kugodain dengan kelainannya yang biseksual dan akhirnya dia marah dan tersinggung karena sensitifitas seorang gay yang sangat tinggi. Hingga saat ini dia tidak mau chat sama aku lagi hehehe.
Fautta dan Tomi adalahh orang dengan perilaku seks menyimpang, tapi mereka juga manusia…
Bersamaan waktu nonton film The X-Files : I Want To Believe, aku langsung teringat kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Ryan. Dalam film tersebut sepasang homoseksual ingin melakukan transplantasi tubuh laki-laki yang diganti tubuh perempuan karena rasa ingin memiliki yang berlebihan. Satu-satunya yang membedakan adalah Ryan selalu membantai habis pasangannya dengan tujuan menyikat hartanya, jika di film tersebut benar-benar seperti dalam lagu Naif yang berjudul Posesif.
Sebuah fenomena yang mencolok dari pasangan sejenis adalah rasa sensitif dan posesif yang amat sangat.
Mungkin jika sepasang laki-laki dan perempuan, kemudian sang laki-laki selingkuh dengan wanita lain dan ketahuan mungkin sang perempuan masih bisa memaafkannya. Tapi bagaimana jika sang laki-laki selingkuh dengan laki-laki lain? Apakah sang perempuan masih mau menerima? Aku yakin tidak, kecuali sang perempuan juga abnormal.
Mungkin kita juga berpikir bisakah mereka sembuh? Jika bisa, lalu bagaimana?
Semua pasti ada jalan keluar. Aku yakin mereka bisa sembuh, tergantung niat mereka mau sembuh atau tidak.
Aku tidak mengatakan mereka jelek atau salah, tapi mereka semua sensitif dan possesif..
Take care buddy.., the truth is out there…
DIarsipkan di bawah: catatan kecil













agak bingung juga kalo ngadepin orang yang posesip…nah masalahnya kalo temen kita yang posesip trus curhat mulu gimana???? puyeng dah…huhuhhuuu
*kok jadi curhat..maap*