Film bertema action dan komedi adalah favoritku. Tapi aku juga tidak menutup untuk menonton film yang lain jika ada rekomendasi dari temenku untuk sebuah judul film.
Disela-sela kesibukan kerja sambil chat tiba-tiba temanku bertanya ,”Dit, loe udah nonton film LOVE belum?”
“Belum. Emang ada apa dengan film LOVE?”, tanyaku karena ada sedikit penasaran.
“Inget nggak waktu kita dulu sharing persepsi loe tantang CINTA?”, balas dia sambil ngejelasin.
“Iya, aku inget. Trus apa hubungannya dengan film itu?”, aku balik nanya.
“Ya di film itu tentang cinta yang sebenarnya.”, jawabnya dengan singkat.
Aku penasaran dengan film tersebut. Jujur saja, aku bukan penggemar film Indonesia. Film asli Indonesia ku tonton paling kalau pas ada janjian nonton bareng ama temen, kalo gak itu ya karena film itu booming trus bikin penasaran dan alasan terakhir adalah karena rekomendasi temen yang udah nonton.
Sudah sekitar tiga bulan berlalu aku tidak terbersitkan lagi tentang film LOVE yang diceritain ama temenku, dan juga karena kesibukan ngurusin hal yang lain dulu.
Tiba-tiba di suatu sore saat pulang kerja turun dari kereta pas keluar dari pintu KRL tanpa sengaja aku tepat berada didepan seorang penjual film bajakan dan yang dipajang khusus adalah film LOVE karena mungkin baru keluar versi bajakannya hehehehe… Aku langsung teringat ama rekomendasi temenku dan langsung memutuskan untuk langsung beli.
Film LOVE ceritanya mirip dengan BABEL yang diperankan oleh Brad Pitt yaitu tentang beberapa kejadian yang saling berkorelasi.
Sedikit bercerita tentang film tersebut.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Lima kisah cinta dalam satu kota, tak ada yang sempurna kecuali CINTA…
Tersebutlah Nugroho (Alm. Sophan Sophiaan), seorang mantan guru Bahasa Indonesia di sebuah SD Negeri di Jakarta. Nugroho menderita penyakit Alzhaimer, sebuah penyakit yang menyerang otak yang sering membuat orang menjadi lupa apapun dan yang diingat hanya rutinitas yang biasa di kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Hingga dalam kelupaannya itu Nugroho bertemu seorang perempuan bernama Lestari (Widyawati), yang bisa mencintai Nugroho yang TIDAK SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA.
Di lain tempat ada Rama (Fauzi Badilla), seorang pegawai percetakan yang merelakan kekasihnya saat SMU dinikahi teman baiknya sendiri. Dengan berjalannya waktu akhirnya Rama bertemu dengan Iin (Acha Septriasa), seorang pendatang dari Sukabumi yang mencari kekasihnya yang bernama Heri. Dalam pencarian Iin yang dibantu Rama, mereka menemukan kesamaan dalam keSEMPURNAan cinta.. Dalam ke-TIDAK SEMPURNA-an Iin, Rama-pun akhirnya bisa mencintai dengan cara yang SEMPURNA.
Tere (Luna Maya) adalah seorang penulis sukses dan menyambangi sebuah toko buku untuk melihat hasil karyanya. Kemudian dia bertemu Awin (Darius Sinathrya) dan kemudian jatuh cinta. Awin merasakan ketakutan yang berlebihan karena merasa berbeda level dengan Tere yang sudah terkenal dan tidak mau membuka diri. Karena ketulusan Tere untuk mencintai Awin yang TIDAK SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA, Awin akhirnya bisa menerima perbedaan itu untuk menjadi hal yang saling mengisi.
Restu (Irwansyah) meraskan cinta pada pandangan pertama di dalam bus transjakarta saat melihat Dinda (Laudya Cynthia Bella). Setelah melalui perjuangan dengan sering menunggu di halte, akhirnya Restu bisa bertemu dan berkenalan dengan Dinda. Pada saat Restu mengatakan kepada Dinda bahwa dia meminta Dinda untuk menjadi kekasihnya, Dinda menolak karena penyakit kanker payudara yang dideritanya sejak kelas 3 SMA. Pada akhirnya Dinda harus pergi selama-lamanya dan Restu selalu mengingat ke-TIDAK SEMPURNA-an Dinda dengan cara yang SEMPURNA.
Gilang (Surya Saputra) mempunyai seorang istri bernama Miranda (Wulan Guritno). Mereka dikaruniai seorang anak bernama Icha yang menderita autisme. Perselingkuhan Miranda mebuat Gilang memutuskan untuk menceraikannya. Rasa cinta yang SEMPURNA Gilang kepada ke-TIDAK SEMPURNA-an Miranda ditunjukkan dengan merelakan anaknya untuk diasuh Miranda. Di kemudian hari Gilang menemukan cinta sejati yang tidak terduga sebelumnya.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Hingga detik ini kita masih belajar dan terus belajar untuk menerima ke-TIDAK SEMPURNA-an manusia lain dengan cara yang SEMPURNA…
Dan aku lebih memilih..
Mencintai orang yang TIDAK SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA…
Daripada..
Mencintai orang yang SEMPURNA dengan cara yang TIDAK SEMPURNA.. (noones perfect guys…).
Dan aku yakin itulah CINTA…….
DIarsipkan di bawah: jagad ulas












