kuhapus hitamku

 
Hitamku – Andra and The Backbone

Masih adakah separuh hatiku
Yang kuberikan hanya untukmu
Kuharap engkau masih menyimpannya
Jangan kau pernah melupakannya


reff :
Maafkan kata yang tlah terucap
Akan kuhapus jika ku mampu
Andai kudapat meyakinkanmu
Kuhapus hitamku

Masih adakah separuh janjiku
Yang kubisikkan hanya padamu
Kuharap engkau masih mengingatnya
Kangan kau pernah melupakannya

back to reff

andai kudapat memutar waktu
semuanya takkan terjadi

back to reff
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh janjimu)
kuhapus hitamku untukmu
(simpan separuh hatimu)
(simpan separuh janjimu)

 

Terkadang kita terlalu naif melakukan sesuatu hanya karena emosi sesaat. Meskipun kita juga sudah memikirkannya matang-matang sebelum  melakukannya, namun tetap saja berakhir salah. Tapi juga sepenuhnya tidak bisa disalahkan, karena apa yang akan kita jalankan di kemudian hari nantinya kita tidak akan tahu seperti apa.

Kalau ada yang mengatakan “menyesal baru di kemudian hari” adalah suatu hal yang relatif benar. Banyak juga orang yang selalu berkata “Aghh.. andai saja..”. Jika kita selalu berandai-anadi maka hidup ini tidak akan terasa indah. Apapun yang terjadi setelah kita menjalani sesuatu adalah sesuatu yang mutlak harus diterima resikonya.

Tapi kita juga kadang-kadang menyimpulkan sesuatu secara tak pasti, dalam kata lain kita merasa bingung. Hingga ada yang menjadikan sebuah lagu “begitu salah begitu benar..” karena ketidakberaniannya untuk memutuskan sesuatu. Seperti teori relativitas Einstein : “satu-satunya yang pasti dalam kehidupan ini adalah ketidakpastian itu sendiri……”

Sekitar jam sebelas malam diantara dinginnya nuansa alam sekitar, aku melihat sebuah video klip baru dari Andra and The Backbone yang berjudul Hitamku.

Secara garis besar, video klip tersebut bercerita pada saat seseorang dalam posisi dia berlari mengejar janji untuk menemui sang kekasih pujaan hati. Dalam perjalanan dia menemui berbagai rintangan yang dia sengaja dan tidak disengaja.

Seorang laki-laki yang sudah terlanjur janji dengan kekasihnya tersebut bergegas berlari setelah mandi. Namun apa daya jika di jalan dia harus bersenggolan dengan seseorang yang baru saja keluar dari mobil dan menjatuhkan kuncinya, sehingga dia harus segera mengambilkan kuncinya dan secara tidak langsung “memotong” waktu yang dia kejar untuk menepati janji dengan sang kekasih.

Setelah kejadian tersebut kemudian dia juga “me-mubazir-kan” waktunya dengan berlari melihat orang yang sedang membaca korang di tempat duduk peristirahatan di pinggir jalan. Lalu juga dia melihat seorang yang bediri sambil memainkan gitar, yang lagi-lagi menyita waktunya. Semua hal sepele yang sebenarnya tidak perlu. Hingga dia tiba di tempat janjinya, dia mendapati sang kekasih sudah pergi.

Dan akhirnya dia berandai-andai dengan mengucapkan  : “andai kudapat memutar waktu semuanya takkan terjadi…”.

Sebuah lagu dan video klip yang “sedikit” mengajari kita untuk belajar menepati janji yang mungkin sangat vital bagi kehidupan kita. Dan kita juga harus menghargai waktu dalam berjanji.

Bagaimana, BERANI memutuskan sobat?

Putuskanlah…, dengan segala resikonya. Karena itulah yang terbaik untukmu…

Tinggalkan Balasan