status mereka

# Di Atas Kereta Api Senja Utama # Antara Jakarta - Jogja #

Cinta kita tak terpisahkan.. walau di akhir jaman… (Wer… ewer.. ewer…)

Cinta kita tak terpisahkan.. walau di akhir jaman… (Wer… ewer.. ewer…)

Sepenggal lagu Cinta Tak Terpisahkan dari Cak Diqin dan Safitri dinyanyikan oleh MEREKA yang biasanya mulai naik ke kereta mulai pagi hari dari Stasiun Wates sesaat sebelum tiba di Stasiun Tugu. Mereka mengais rejeki dari mengamen di kereta.

Buat teman-teman yang terbiasa mudik menggunakan kereta, khususnya Jakarta – Jogja, sudah bukan hal yang asing lagi melihat pemandangan seperti itu. Bahkan cenderung menganggap itu benar-benar sebagai sebuah hiburan yang dinanti-nanti setelah bangun tidur kelelahan di dalam kereta yang kadang-kadang bikin meringis geli atau cekikikan melihat tingkah polah pengamen tersebut.

Siapa MEREKA??

Siapa lagi bukan para WARIA (katanya wanita pria siyy… :P ). Melihat waria bukan hal tabu dan asing lagi bagi kita. Apalagi jaman sudah berbasis teknologi informasi, sudah banyak yang menampilkan hal-hal aneh seperti pernikahan sejenis dan lain sebagainya.

Memori itu terulang lagi saat beberapa waktu lalu aku membaca artikel di detikcom tentang seorang berkewarganegaraan Jerman yang mencari jodoh via internet. Mereka ketemuan. Cocok dan akhirnya menikah. Selama pacaran mereka tidak pernah berhubungan badan. Cuma memegang tangan , membelai rambut dan juga sekedar mencium. Tapi alangkah kagetnya pada saat malam pertama sang pengantin pria mendapati istrinya mempunyai alat kelamin laki-laki… (anda bisa membayangkan lomba maen anggar nggak hehehe…)

Dua hari kemudian, saat kereta rel listrik yang kunaiki berhenti di Stasiun Tebet, kereta lain ada juga yang berhenti dan tepat didepan gerbongku lagi-lagi kulihat waria..

Satu lagi yang benar-benar menjadi pemandangan kita sehari-hari adalah Dorce Show. Siapa sih orang Indonesia yang tidak kenal Dorce?? Seorang pria asal Surabaya yang mengoperasi alat kelamin prianya menjadi alat kelamin wanita.

Belum lagi di Oprah Winfrey Show ada ”laki-laki” hamil. Dia hamil karena dia tadinya perempuan kemudian operasi alat kelamin menjadi laki-laki dan menikah dengan seorang perempuan beneran. Ya gimana mau hamil kalau menikah dengan sama-sama perempuan?. Dan kebetulan sang istri memang tidak bisa mempunyai anak. Sang ”suami” kemudian membeli sperma di bank sperma agar bisa hamil. Suami kok hamil??? (aneh bin ajaib). Meskipun dia ”suami” tapi kalau hamil ya berarti tetap perempuan khan..??

Mereka yang selalu menjadi tanda tanya bagi banyak orang.

Pada saat CPNS baru mulai masuk di kantorku, ada diskusi kecil mengenai waria ini. Ada teman yang belum mendapatkan jawaban puas dari semua orang yang dia tanyai. Dia menanyakan bagaimana status waria itu : laki-laki atau perempuan??. Tadinya laki-laki, kemudian di KTP wanita. Dan akhirnya dia masih tetap penasaran.

Akupun menjawab dengan logika setahuku saja.

”Kita khan mendapat pelajaran biologi waktu sekolah. Jika kelamin bisa dioperasi, bagaimana dengan RAHIM?. Satu hal yang membedakan laki-laki dan perempuan selain alat kelamin adalah RAHIM. Secantik apapun waria yang tadinya laki-laki dia tetap tidak mempunyai rahim. Setampan apapun waria yang hamil tetap punya rahim. Dorce itu bagaimanapun ya tetap laki-laki, karena dia tidak punya rahim meskipun dia operasi alat kelamin”.

Temenku jawab begini : ”Aku bener-bener puas dengan jawabanmu Mas.”

Seorang yang dilahirkan laki-laki kodratnya tetap laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Waria tetaplah waria.

Mereka juga manusia yang mempunyai hak untuk hidup sewajarnya tanpa menginginkan diskriminasi dari manusia lain. Tidak ada manusia yang sempurna meskipun manusia sendiri adalah makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna. Tapi setidaknya, jika kita tidak bisa menghormati mereka sebagai manusia biasa, maka hormatilah mereka seperti menghormati diri kita sendiri. Jika kita ingin DIHARGAI oleh manusia lain, maka HARGAILAH manusia lain..

Nobody Perfect..

2 Tanggapan

  1. G seorang waria yang hidup penuh warna, g kerja disebuah salon .g tau hidup g salah ,namun g tak kuasa karna inilah hidup g .meski banyak yang caci maki .memandang sinis ,namun g berusaha bersikap apa adanya tanpa neko..akhirnya masarakat sekitar g menerima apa adanya g intinya kita harus menghargai hidup n nga usah byak tingkah .dengan berkarya dan punya ketrampilan dngan begitu masayarakat lupa siapa kita.mereka bahkan menyayangi g walau g waria

  2. Walau g waria g juga manusia .harapan g hanya satu jangan memandang siapa g namun karya g .g aku banyak kaumku yang kurang beruntung .namun dalam hidup ini terdapat banyak pilihan .tergantung kita pilih jalan yang mana .g tau hari g ada byak kehampaan dan sunyi namun dengan banyak sahabat dan masyarakat yang sayang ma g .merasa hidup g tidak sia sia .walau hanya setetes kasih yang g dapati .tuhan aku yakin dan percaya bahwa kasihmu tiada batas .dan g yakin semua ini ada rencananya.dan pasti ada jawaban .sebab sesuatu yang engkau ciptakan pasti berguna.

Tinggalkan Balasan