Ini cerita Didit dapet dari kisah perjalanan yang disajikan dengan kalimat yang sedikit puitis dan romantis sekalian ngelantur…ha..ha..ha.. Kasih komentar yach… biar bisa Didit edit jadi lebih siiipppppp……:)
Keinginan untuk memilikinya begitu agung, hasrat untuk membahagiakannya begitu luar biasa, rasa untuk mencurahkan segala sesuatunya begitu menggebu-gebu, gejolak untuk memujinya menjadi sesuatu yang tidak bisa dipungkiri. Namun , semua itu bukanlah kecurigaan yang tidak bermotifkan apapun tetapi sebuah keyakinan yang diselimuti oleh bayang-bayang untuk lebih melihat kebenaran menjadi sesuatu yang lebih bermakna tanpa meninggalkan perasaan tidak baik.
Somebody. . . , begitulah sebuah fenomena klasik dari seorang perempuan yang pernah ada dalam hatiku. Dia begitu cuek, begitu percaya diri dengan segala kelebihannya, begitu mendalami semua yang terjadi dalam hatinya. Gaya bicaranya lebih mirip seorang yang sangat peduli dengan kebahagiaan orang lain. Puncak kebahagiaanku adalah saat menatap kedalaman matanya, semua itu begitu apa adanya. Perasaan yang muncul tiba-tiba adalah rasa kagum yang menghiraukan kelengahan untuk bertindak sesuatu yang jauh dari logika.
Dia membuatku berusaha menjadi lebih baik bagi dirinya, meskipun aku tidak mengingkari bahwa aku hanyalah makhluk biasa yang jauh dari sempurna, tetapi aku merasa dengan mengikat perasaan kepadanya aku menjadi lebih berarti bagi diriku sendiri. Dia begitu terasa di dalam hatiku. Disaat aku terbangun ditengah malam, aku ingin mengungkapkan apa yang menjadi rahasia kehidupan dan menceritakan kepadanya, dari sesuatu yang diketahui orang lain hingga menuju kerahasiaan kehidupan yang membuat orang lain menjadi penasaran karena misteri kehidupan yang begitu besar. Aku ingin membuat segalanya menjadi sesuatu yang bisa membuat hatinya merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini.
Aku selalu mengupayakan agar hidupnya tidak merasa sepi, sepi karena kehampaan pikiran yang kadang-kadang bisa membawanya jauh dari jiwa rasional untuk menghindari perbedaan di antara kami. Tapi . . . . . . Apakah semua itu hanyalah sejengkal harapan yang peluangnya tidak aku ketahui untuk menjadi sebuah realita kehidupan?. Karena terbengkelainya ego, membuat hati yang seharusnya berbaur, menjadi beku karena dinginnya suhu perasaan dan membuat hati meleleh karena panasnya keangkuhan hati untuk saling memiliki.
Sebuah pengorbanan tidaklah cukup untuk membuat sebuah ikatan menjadi abadi, tetapi juga diperlukan ketulusan untuk membuktikan bahwa semuanya layak untuk menjadi sebuah cerita kehidupan. Cinta bukan sesuatu yang nantinya untuk disesali, tetapi cinta lebih menekankan perasaan tulus untuk saling menerima apa adanya.
Sebuah kehadiran sudah dapat mengartikan dan mewujudkan sebuah cinta. Namun cinta yang bebas adalah cinta yang terlalu menyanjung semangat undang-undang kemanusiaan sedangkan perwujudan alam tidaklah membantu urutannya. Aku berusaha untuk menjadi seseorang yang tidak “kosong” karena terbelenggu oleh rasa yang sangat menghormati keinginannya, meskipun kadang-kadang terbersit untuk membuat dia menjadi sesuatu yang setidaknya “sama” dengan diriku, tetapi apakah semua itu sia-sia?.
Aku berjanji bahwa jika suatu saat kami ditakdirkan untuk bersama selamanya , aku akan membuatnya agar menjadi seseorang yang tidak pernah menyesal karena hidup bersamaku. Aku berusaha untuk tidak pernah menyesali hujan karena ada kehangatan setelah hujan reda. Dan aku berusaha untuk tidak pernah menyesali kemarau karena ada keteduhan setelah kemarau berlalu.
Waktu demi waktu telah kulalui dengan asa yang menginginkan sebuah keajaiban terjadi untuk membuat segalanya lebih terpikirkan menjadi sebuah ilustrasi takdir yang memang dikehendaki oleh-Nya. Aku berusaha menganggap takdir merupakan hal yang harus kujalani dan tidak sepatutnya kuingkari. Mungkin aku harus belajar pada istilah yang mengatakan ”Hidup bukan pilihan…”. Aku tidak bisa memilih… karena yang kuinginkan adalah menjadikan dia pasangan abadi dalam hidupku, bahkan jika besok pagi aku harus menikahinya, maka akan kulakukan. Bagiku menikah adalah sebuah keajaiban yang diberikan Sang Pencipta kepada makhluknya. Pilihan Sang Pencipta ternyata tidak berpihak kepadaku. Aku harus merelakan sebuah ketidakpastian tentang sesuatu yang terjadi antara kami berdua.
DIarsipkan di bawah: catatan kecil













Life must go on mas didit ^_^